Senin, 18/12/2017 07:48 WIB
Riyadh - Pengusaha dan miliarder Palestina Sabih al-Masri telah dibebaskan oleh pihak otoritas Saudi setelah ditahan pekan pekan lalu. Selama penahan ia mengaku diperlakukan dengan baik oleh pihak kerajaan
"Saya diperlakukan dengan penuh kehangatan oleh orang Saudi. Saya akan kembali ke ibukota Yordania, Amman, pada akhir pertemuan bisnis minggu ini," katanya kepada kantor berita Reuters, Minggu (17/12).
Menurut situs berita Arab, Rai al-Youm, pendiri Zara Investment Holding yang berusia 80 tahun dan ketua Bank Arab ditahan di ibukota Saudi untuk diinterogasi mengenai informasi yang berkaitan dengan korupsi.
Ia membatalkan makan malam di Amman pada Rabu (13/12) dimana ia dikabarkan telah mengundang anggota dewan Bank Arab dan rekan bisnis untuk hadir saat kunjungan bisinya ke Arab saudi.
Siapakah Penduduk Pertama Tanah Palestina?
Krisis Kesehatan di Gaza Kian Parah, Ribuan Pasien Terancam
Negara Arab Desak Aksi Tegas terhadap Pelanggaran Israel di Palestina
Menurut laporan Reuters, tidak ada tuntutan resmi terhadap al-Masri, yang dilaporkan juga memegang kewarganegaraan Saudi dan Jordania.
Ia salah satu pengusaha Yordania yang paling menonjol, Sabih al-Masri adalah sepupu miliarder Munib al-Masri, orang terkaya di Palestina. Selain itu, ia juga mendirikan Palestine Securities Exchange dan telah mengelola perusahaan investasi dan institusi ekonomi keuangan di Timur Tengah dan sekitarnya.
Kabar penahanan Al-Masri sempat menghebohkan Yordania karena bisnis yang dikelolanya menjadi tonggak perekonomian dan mempekerjakan ribuan karyawan. Arab Saudi memiliki hubungan bisnis yang dekat dengan Yordania.
Keyword : Palestina Arab Saudi Pengusaha Sabih al-Masri