Kamis, 14/12/2017 01:09 WIB
Waropoen – Keberadaan Sekolah Perempuan memang tidak menjamur, layaknya sekolah-sekolah umum. Namun, sekolah ini secara khusus hadir untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan, serta memberdayakan kaum perempuan.
Pada Rabu (13/12) kemarin, Sekolah Perempuan akhirnya berdiri di Papua. Sekolah Perempuan Waropoen difungsikan sebagai sekolah non-formal, dengan pengembangan tempat-tempat pelatihan, yang sesuai kebutuhan masyarat dan potensi alam.
“Sekolah Perempuan merupakan pendidikan oleh dan untuk masyarakat, dengan fasilitator yang sudah lebih dulu memiliki keahlian. Saya berharap Sekolah Perempuan juga dapat membantu kaum perempuan untuk mengenali potensi dan peran mereka dalam keluarga dan daerahnya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise di Waropen, Rabu (13/12) lewat siaran pers.
Sementara Wakil Bupati Waropen, Hengky Wonatorey mengatakan peluncuran Sekolah Perempuan di Waropen dinilai sebagai moment penting bagi perempuan di Waropen untuk membuktikan bahwa mereka bisa berperan bagi keluarganya.
Komisi X: Pendidikan Berkualitas Hak Setiap Anak Indonesia
Komisi XI: Anggaran Pendidikan Jangan Dikorbankan
Sasar Pemprov Indonesia, Malaysia Buka Ruang Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Hengky berharap, selain dapat mengembangkan keterampilan perempuan, Sekolah Perempuan juga dapat menambah wawasan kaum perempuan tentang politik.
Keyword : KPPPA Perempuan dan Anak Pendidikan