Minggu, 10/12/2017 09:04 WIB
Jakarta - Seorang pembuat film satwa liar, Paul Nicklen, harus melawan hati nuraninya saat melihat seekor beruang kutub kurus kering nyaris mati akibat kelaparan. Dia memvideokan fenomena yang terjadi di Kepulauan Baffin, Kanada tersebut, lalu mempostingnya di Facebook.
"Kami berdiri sambil menangis, dengan air mata mengalir di pipi kami," kata Nicklen kepada National Geographic.
Dalam video itu, sang beruang berjuang bangkit mencari makanan, dengan menyeret kaki belakangnya. Saat berjalan melewati rerumputan, beruang malang ini berhenti di atas tanah tak ber-es, dan tanpa makanan yang bisa ia kunyah.
Nicklen mengungkapkan alasan pengambilan video tersebut, yakni untuk menggugah hati seluruh manusia, bahwa saat ini perubahan iklim sudah sangat ganas. Dia tidak ingin kematian sang beruang sia-sia.
Komdigi Pastikan 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Telah Pulih
Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar
"Ketika para ilmuwan mengatakan beruang akan punah, saya ingin orang-orang menyadari seperti apa rupanya," ujarnya.
"Beruang akan mati kelaparan, dan seperti inilah penampakannya," terangnya.
"Beruang jantan ini belum tua, dan dia pasti akan meninggal dalam hitungan jam atau hari sejak saat ini," sebut Nicklen.
Videonya dapat Anda tonton di sini
Keyword : Unik Perubahan Iklim Beruang Kutub