Sabtu, 09/12/2017 05:35 WIB
Kairo - Salah satu pemimpin Muslim terkemuka Mesir, Imam Masjid Al-Azhar, menolak sebuah pertemuan yang diminta oleh Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence sebagai protes keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Sheikh Ahmed Al-Tayeb menolak bertemu dengan Mike Pence pada 20 Desember di Al-Azhar. Ia ingin bertemua dengan satu syarat Presiden Donald Trump harus membalikkan terlebih dahulu keputusannya di Yerusalem.
Kepusan itu hanya berselang sehari setelah seorang pejabat senior Palestina di partai Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas mengatakan bahwa Pence tidak diterima di Palestina.
"Atas nama Fatah, saya mengatakan bahwa kita tidak akan menyambut wakil Trump di Wilayah Palestina. Ia meminta untuk bertemu Abbas pada tanggal 19 bulan ini di Bethlehem. Namunm pertemuan semacam itu tidak akan terjadi," kata Jibril Rajoub.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Menurut MEMO, setelah pengumuman Rajoub, Gedung Putih memperingatkan PA untuk membatalkan rapat. Ia memperingatkan akan ada dampaknya.
Trump mengumumkan pada Rabu (6/12) bahwa AS akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berniat untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke kota yang diduduki. Pence muncul bersama Trump saat berpidato pengumuman tersebut di Gedung Putih.
Keyword : Yerusalem Amerika Serikat Mesir