Rekomendasi Perempuan Ibu untuk Perdamaian

Rabu, 06/12/2017 11:56 WIB

Jakarta – Peran menjaga perdamaian di masyarakat tidak hanya tugas segelintir orang. Pemerintah diminta supaya merangkul para ulama perempuan dalam upaya mencegah konflik sosial, dengan mengutamakan pendekatan berbasis keluarga.

Demikianlah salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam Simposium Nasional: Peran Ibu untuk Perdamaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang diselenggarakan pada 4-5 Desember kemarin, di Jakarta.

“Termasuk mendidikan anak-anak dengan penafsiran agama yang cinta damai, menjauhi kebencian dan permusuhan. Serta membangun sinergitas dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya mewujudkan keadilan,” kata Menteri PPPA Yohana Yembise saat menyampaikan isi rekomendasi dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (5/12).

Selain itu, ulama perempuan juga didorong menggerakkan modal sosial untuk membantu para korban konflik sosial. Dalam hal ini juga termasuk menyampaikan pemikiran-pemikirannya dalam rangka deradikalisasi, pencegahan intoleransi, dan anti-terorisme.

“Perempuan harus berkontribusi sebagai pencipta dan penggerak perdamaian, tanpa membedakan ras, agama, dan suku bangsa dengan mengedepankan tritunggal, yaitu persaudaraan keislaman, persaudaraan, kebangsaan, dan persaudaraan kemanusiaan,” ujarnya.

TERKINI
Menguak Fakta Medis di Balik Fenomena Ketindihan dan Mitos Makhluk Halus Dalil-dalil Perintah Menjaga Lingkungan dalam Al-Qur`an Meneladani Rasulullah, Doa Saat Wukuf di Padang Arafah Kapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Simak Informasi Lengkapnya di Sini