Sekjen MPR: Pembangunan Ideologi di Daerah Perbatasan jadi Kata Kunci

Sabtu, 18/11/2017 16:09 WIB

Tanjung Pinang - Pembangunan ideologi bangsa menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting bagi setiap daerah kawasan perbatasan. Sebab, ideologi Pancasila menjadi salah satu pondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Sekjen MPR, Maruf Cahyono, dalam acara press gathrering wartawan koordinatoriat Parlemen bersama Humas MPR, di Tanjung Pinang, Jumat (17/11).

Menurutnya, akan sangat berbahaya jika ideologi bangsa tidak diterapkan secara kuat bagi masyarakat khususnya di daerah perbatasan. "Tak hanya aspek ekonomi yang menyangkut kebutuhan masyarakat namun juga aspek pembangunan ideologi. Ideologi juga sesuatu yang penting. Kalau ideologi tidak dibangun juga sangat berbahaya," kata Maruf.

Meski pembangunan perbatasan secara infrastruktur dan perekonomian itu sesuatu hal yang pasti dan prioritas, kata Ma`ruf, pembangunan ideologi juga menjadi salah satu yang cukup penting.

"Pembangunan ideologi juga menjadi kata kunci disamping infrastruktur dan ekonomi. Oleh karena itu masyarakat perbatasan perlu diberikan ketahanan ideologi," tegasnya.

Menurutnya, ketahanan ideologi sebagai modal masyarakat perbatasan untuk bersaing dengan negara-negara tetangga. "Dengan memiliki daya saing yang tinggi kita mampu menjaga diri dan kepribadian serta mampu berkompetisi. Kalau ideologi rapuh akan berpengaruh pada aspek lain," terangnya

Dalam kesempatan yang sama, Anggota MPR Abdurahman juga mengatakan, pembangunan perbatasan itu sangat urgen, baik dari sisi ekonomi, kriminal dan dari segala sisi.

"Bagi saya perhatian terhadap Indonesia sudah bagus, tapi perhatian terhadap perbatasan itu harus lebih. Pandangan pertama untuk perbatasan harus begitu menggoda," katanya.

TERKINI
Legislator PDIP: Tiket Pesawat Mahal Hambat Pariwisata dan Ekonomi Rakyat JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Ekonomi-Perlindungan WNI Pimpinan DPR Ingatkan Pembantu Presiden Pegang Teguh Komitmen Antikorupsi Menag: Ekosistem Halal Harus Mencakup Halal, Thayyib, dan Mubaarak