Ratusan Korban Pelecehan Seksual Gelar Aksi Pawai

Senin, 13/11/2017 09:03 WIB

Los Angeles – Ratusan korban pelecahan dan kekerasan seksual menggelar aksi long march di jalanan Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (12/11) kemarin.

Bertemakan #MeToo, peserta aksi menyuarakan dukungan mereka kepada para korban pelecehan seksual, supaya melaporkan peristiwa yang dialami ke polisi.

“Saya telah mengalami beberapa kali kekerasan seksual dalam hidup saya. Ini mempengaruhi saya dalam setiap aspek kehidupan,” kata Tara McNamarra (21) asal Los Angeles.

Tara bersyukur korban pelecehan seksual berani berbicara di depan umum, setelah bertahun-tahun peristiwa semacam itu dianggap sebagai hal yang umum di AS.

Kejadian serupa juga dialami oleh Steven Murphy (51) asal Los Angeles. Perempuan ini rutin menyaksikan pelecehan seksual saat dia dulu bekerja di sebuah industri kesehatan.

“Saya memiliki pengalaman pribadi dengan rekan kerja yang dilecehkan, dan tidak ada yang berbuat apa-apa. Mereka dibuat sebagai orang yang bersalah. Mereka ditekan dan dilecehkan oleh perusahaan, karena berbicara menentang penyerangan dan pelecehana seksual di tempat kerja,” terang Murphy dikutip dari Reuters.

Kampanye #MeToo awalnya marak di internet, setelah produser Harvey Weinstein beramai-ramai dilaporkan telah melakukan pelecehan seksual selama tiga dekade terakhir kepada sejumlah artis Hollywood.

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung