Kamis, 09/11/2017 17:28 WIB
Beirut - Seorang pejabat tinggi pemerintah Lebanon percaya Arab Saudi menahan Saad al-Hariri. Ia mengatakan Lebanon akan bekerja sama dengan negara-negara asing untuk menjamin kepulangannya Hariri ke Berirut.
"Lebanon sedang menuju ke negara-negara asing dan Arab untuk memberi tekanan kepada Saudi agar membebaskan Perdana Menteri Hariri," kata pejabat tersebut tanpa menyebutkan namanya, karena pemerintah belum mengumumkan prakarsa tersebut, dilansir Reuters, Kamis (9/11)
Pejabat tersebut mengatakan Hariri masih merupakan perdana menteri Libanon. "Mengurung Hariri di Riyadh adalah serangan terhadap kedaulatan Lebanon. Martabat kita adalah martabatnya. Kami akan bekerja sama dengan negara-negara asing untuk menjamin kepulangannya ke Beirut," tambahnya.
Arab Saudi dan pembantu Hariri membantah laporan bahwa Hariri berada dalam tahanan rumah, namun ia juga belum mengeluarkan pernyataan bahwa Hariri membantah gerakannya dibatasi.
Trump Sebut Pembicaraan dengan Iran Berjalan Positif
Qatar Jamin AS Lanjutkan Perundingan dengan AS Sesuai MoU
Aset Iran yang Dibekukan di Qatar akan Segera Dicairkan, Segini Nilainya
Hariri mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Sabtu (4/11) dalam deklarasi kejutan yang dibacakan dari Arab Saudi. Pengumuman itu, menempatkan Lebanon dalam krisis politik yang dalam dan mendorong negara tersebut kembali ke garis depan perjuangan regional antara Arab Saudi dan Iran.
Sifat pengunduran dirinya yang tiba-tiba memicu spekulasi secara luas di Lebanon. Mereka menyebut, politisi sekutu Saudi telah terjebak dalam perebutan kekuasaan regional antara Iran dan Arab Saudi yang memaksanya mengundurkan diri.
Arab Saudi mengatakan kelompok Hizbullah yang didukung Iran telah membajak sistem politik tersebut. Dalam pidato pengunduran dirinya, Hariri menyerang Iran dan Hizbullah karena menabur perselisihan di negara-negara Arab dan mengatakan bahwa ia khawatir adanya pembunuhan yang mengacam nyawanya
Keyword : Lebanon Saad al-Hariri Arab Saudi Iran