Minggu, 29/10/2017 11:38 WIB
Makassar - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan, untuk membangun karakter generasi muda dalam mencegah radikalisme bisa dipilah dalam dua hal, namun dilakukan secara terpadu, terintegrasi, dan sistematis. Dua hal tersebut adalah dari lingkungan keluarga serta pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi.
"Sumbangsih, kontribusi, ataupun peran para pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan bangsa Indonesia. Kementerian Pertanian telah menunjukkan beberapa keberpihakan dan komitmennya terhadap masyarakat. Mafia pangan, harus tinggalkan Indonesia", tegas Amran di depan para mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan.
Tanpa pengawalan protokoler resmi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tiba di acara "Aksi Kebangsaan PerguruanTinggi Melawan Radikalisme" dengan menggunakan kendaraan umum taksi.
Dalam orasinya Andi Amran menyampaikan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpinnya. "Di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, kami mimpikan tahun 2045, 28 tahun kedepan bertepatan hari ulang tahun kemerdekaan ke 100 Indonesia, kami mimpikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia", ujar putra asli Bone, Sulsel ini.
Awal 2026, Bapanas Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Terkendali
Aksi Solidaritas untuk Tempo dan Kebebasan Pers di Indonesia
AMSI Anggap Gugatan Mentan Amran Preseden Buruk Pers
Keyword : Menteri Pertanian Amran Sulaiman