Rodrigo Duterte : "Saya Tahu Telah Menjadi Setan"

Rabu, 25/10/2017 20:50 WIB

Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menolak segala jenis tuduhan yang dialamatkan kepadanya, terkait perang melawan narkoba. Tuduhan tersebut antara lain pembunuhan di luar hukum, hingga pencederaan hak asasi manusia (HAM).

Berbicara di depan pengacara se-Asia Tenggara (ASEAN Law Association), Duterte menegaskan bahwa dia memang sudah dilabeli ‘setan’ oleh publik internasional. Namun hal itu semata-mata sebagai bentuk tekadnya melawan narkoba yang sudah mengakar di Filipina.

“Saya tahu telah menjadi setan. Tapi tag yuridis yang telah dialamatkan kepada saya itu sama sekali tidak benar,” kata Duterte dikutip dari Reuters, Rabu (25/10).

Dalam pertemuan tersebut, Duterte juga menjelaskan alasan banyaknya orang miskin terbunuh dalam kebijakan perang narkobanya. Berbagai jenis obat-obatan terlarang, seperti methamphetamine dan shabu sangat adiktif, sehingga menyebabkan penggunanya menjadi agresif.

“Saya tidak menyangkal bahwa ada orang yang tewas dalam kampanye tersebut. Tapi mengapa mereka terbunuh? Karena pengguna sabu dan pemilik sabu selalu memiliki pistol, dan ini adalah pengalaman saya saat menjadi walikota. Mereka selalu melawannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Barat mengecam kebijakan anti-narkoba Duterte. Hanya dalam waktu 16 bulan sejak ia menjabat, Duterte dilaporkan telah membunuh ribuan warga yang tersangkut narkoba.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi