Menteri Hanif: Perguruan Tinggi Harus Relevan dengan Industri

Kamis, 28/09/2017 20:15 WIB

Pematangsiantar - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengingatkan agar perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus meningkatkan relevansi dengan dunia industri. Hal ini dimaksudkan agar lulusannya cepat terserap pasar kerja.

Demikian disampaikan Menaker saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Universitas Simalungun, Sumarera Utara, Kamis (28/9/2017).

"Sekarang  dunia bergerak cepat. Perkembanfan teknologu menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Oleh karenanya, kurikulum yang  diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri," kata Menaker

Untuk menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis, perguruan tinggi jangan hanya mengajarkan mahasiswa dengan keterampilan lama. Sebaliknya, jurusan dan kejuruan yang dimiliki perguruan tinggi harus relevan dengan dunia kerja, baik dari unsur dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya.

Menteri Hanif juga menambahkan, saat ini sekitar dua juta angkatan kerja baru Indonesia mengalami miss match dengan pasar kerja.  Hal ini karena kurangnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kepada mahasiswa, ia meminta kepada bekerja keras meningkatkan kompetensi diri, keterampilan kerja dan inovasi.  Dengan kompetensi di atas standar, maka akan memenagkan persaingan. Dia menyitir nasehat ilmuwan Albert Einstein tang menyatakan, hanyalah orang gila, yang  ingin mencapai hasil besar, namun dengan usaha secara biasa-biasa saja.

Senada dengan pernyataan Menaker Hanif terkait relevansi dunia pendidikan dengan dunia industri, Rektor Universitas Simalungu Prof. Dr. Marihot Manullang menyatakan bahwa pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan dunia industri.

"Universitas Simalungun terus meningkatkan kerja sama dengan perusahaan. Hal ini supaya terjadi penyesuaian antara kampus dengan industri, sehingga lulusan kami lebih mudah diserap pasar kerja," kata Marihot.

Selain itu, pihaknya juga mengirim mahasiswa untuk melakukan magang di perusahaan. Tujuan adalah supaya para mahasiswa mengenal dan bisa belajar secara langsung dari dunia industri.

"Selain magang di dalam negeri, kami juga mengirim mahasiswa kami magang ke Jepang," pungkasnya.

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas