Rektor Unhan hadiri ARF HDUCIM

Kamis, 21/09/2017 21:10 WIB

Manila - Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI DR. I Wayan Midhio, M.Phil menghadiri acara ASEAN Regional Forum Head of Defense University, Colleges and Institution Meeting (ARF HDUCIM) di Manila, Filipina. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari berturut-turut mulai 18 hingga 20 September 2017.

Di forum berskala internasional tersebut, I Wayan mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan gagasan baru terkait kemajuan bersama dalam diskusi sesi kedua dengan topik Education and Research as Components of Defense Diplomacy.

I Wayan menyampaikan bagaimana potensi pengembangan peran Indonesia dalam konteks keamanan.

"Seperti mempromosikan keamanan regional untuk pendidikan dan penelitian bidang pertahanan sekaligus mempromosikan Unhan kepada negara-negara sahabat," ujar I Wayan di ASEAN Regional Forum Head of Defense University, Colleges and Institution Meeting (ARF HDUCIM) di Manila, Filipina.

Paparan tersebut mendapat apresiasi peserta forum dengan banyaknya tawaran kerjasama dari berbagai universitas pertahanan negara lain untuk menyelenggarakan kerjasama yang lebih konkret. Pada forum tersebut, I Wayan didampingi Wakil Rektor I Unhan Prof. DR. Ir. Dadang Gunawan, M.Eng.

Lebih lanjut, I Wayan menekankan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualifikasi perguruan tinggi pertahanan antar negara.

"Kerjasama ke depan juga dimaksudkan sebagai bentuk akreditasi internasional yang harus dicapai Unhan menuju World Class Defense University pada tahun 2024," ungkapnya.

Seperti diketahui, ASEAN Regional Forum Head of Defense University, Colleges and Institution Meeting (ARF HDUCIM) merupakan Forum tahunan dengan pertemuan yang melibatkan para pimpinan perguruan tinggi pertahanan 10 negara ASEAN (negara-negara ARF) ditambah beberapa negara kawasan dan organisasi internasional.

Diantaranya, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Australia, Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, Bangladesh, India, Pakistan, Srilanka, Mongolia, Kanada, Selandia Baru, Papua New Guinea, Timor Leste, Uni Eropa, dan Sekretariat Asean. Forum ini diselenggarakan mulai tahun 1997, dan tahun ini adalah forum yang ke-21 bertema "Defense Diplomacy through Education and Research: Building Confidence, Enhancing engagement".

Serangkaian diskusi dilaksanakan dengan tiga topik, yaitu Evolving Regional Security Landscape of the ASPAC, kemudian, Education and Research as Components of Defense Diplomacy, dan To Exchange Views on the Evenues of Cooperation among Defense Universities, Colleges and Institution.

TERKINI
KKJ Nilai Gugatan ke 25 Media di Sumsel Ancam Kemerdekaan Pers-Demokrasi Legislator NasDem Soroti Anggaran Rp2,34 Triliun untuk Hunian Pascabencana Hadapi Perubahan Industri, Binus University Perkuat Pembelajaran Berbais AI KPK Fasilitasi 52 Tahanan untuk Shalat Idul Adha dan Kunjungan Keluarga