Iran Peringatkan AS Tak Genit soal Nuklir

Kamis, 21/09/2017 12:49 WIB

Teheran – Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menekan negaranya soal pengembangan nuklir. Menurut Rouhani, nuklir yang ia kembangkan sudah sesuai dengan kesepakatan enam negara.

Rouhani juga menyebut pidato Donald Trump pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai upaya merobek kesepakatan tersebut. trump dianggap sebagai ‘pendatang baru yang nakal’ dalam perpolitikan dunia.

“Sangat disayangkan bila kesepakatan ini harus dihancurkan oleh pendatang baru yang nakal ke dunia politik. Dunia akan kehilangan kesempatan besar,” kata Rouhani dilansir dari AFP, Kamis (21/9).

Protes AS atas nuklir Iran, lanjut Rouhani, merupakan pelanggaran atas kesepakatan internasional yang sudah berjalan.

“Dengan melanggar komitmen internasionalnya, pemerintah baru AS hanya akan menghancurkan kredibilitasnya sendiri dan mengurangi kepercayaan internasional untuk bernegosiasi dengannya atau menerima janji-janjinya,” tambah Rouhani.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron tetap mendukung kesepakatan nuklir Iran, demi mencegah negara Mullah tersebut mengembangkan senjata nuklir. Meski dalam kesempatan tersebut ia juga menambahkan perlu penguatan di beberapa sektor.

“Pertama, supaya mengontrol rudal balistik dan kegiatan balistik, kemudian juga memperpanjang kesepakatan di luar 2025, saat batas pengayaan nuklir Iran mulai berakhir,” tegasnya.

TERKINI
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut