Ketum PPP: Pancasila adalah Titik Temu Seluruh Agama

Rabu, 13/09/2017 08:19 WIB

Jakarta - Pancasila merupakan memiliki hubungan yang erat dengan agama dalam sebuah negara. Dimana, Pancasila sebagai titik temu seluruh agama yang ada di tanah air.

Demikian dikatakan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi), saat menyampaikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), Kupang, NTT, Selasa (12/9). Menurutnya, Pancasila adalah simbiosis paripurna hubungan antara negara dan Agama.

"Pancasila adalah titik temu seluruh agama, keyakinan, etnis, dan kepentingan seluruh komponen bangsa, karenanya tugas kita bersama untuk melestarikannya," kata Romi.

Menurutnya, sejak mula para pendiri bangsa menanggalkan seluruh ego sentrisme agama dalam menyusun dasar negara sehingga bisa terwujud Pancasila.

"Kyai Wahid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, dan Teuku Muhammad Hasan, sebagai wakil dari golongan Islam di Tim 9 PPKI, dengan kebesaran jiwa dan keinginan untuk tetap bersatunya Indonesia dari Sabang sampai Merauke, secara sukarela menanggalkan kalimat "syariah Islam" di sila pertama Pancasila hasil Piagam Jakarta dan menggantikannya dengan "Yang Maha Esa", pada tanggal 18 Agustus 1945. Inilah hadiah terbesar umat Islam untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," katanya.

Romi menegaskan, Indonesia bukanlah negara agama (teokrasi) dan Pancasila juga tidak menganut separasi atau sekularisasi hubungan agama dan negara. Namun, di Indonesia, negara melindungi segenap agama dan menjamin ekspresi keberagamaan setiap umat beragama.

"Untuk itulah hadir UU No. 1/PNPS/1965 tentang Larangan Penodaan Agama. Tuhan menciptakan manusia ke dalam beragam bangsa dan suku adalah untuk saling mengenal," kata Romi.

Romi menilai, upaya mencegah radikalisme tidak akan berhasil, sebelum setiap bangsa meletakkan Pancasila di dalam lubuk hati dan sanubarinya, serta menjadikannya sebagai sumber dari segala tindakan keseharian.

"Adalah tak mungkin Pemerintah berjalan sendirian mengawal pelaksanaan Pancasila, meski sudah dibentuk UKP PIP. Harus ada gotong royong seluruh pemangku kepentingan untuk pengawalan kolektif pelaksanaan Pancasila, apakah itu ormas nasionalis, ormas Islam, masyarakat adat, partai politik, TNI/Polri, maupun dunia usaha," katanya.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun