Selasa, 12/09/2017 09:44 WIB
Seoul - Korea Selatan menyambut baik keputusan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) menjatuhakn sanksi baru terhadap Korea Utara. Keputusan tersebut akan mengingatkan Pyongyang, bahwa provokasi yang terus berlanjut justru akan merongrong hubungan diplomatik dan ekonominya.
Senin (11/9) sore waktu setempat, Dewan Keamanan dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2375 untuk Korea Utara yang mencakup pembekuan impor minyak mentahnya pada tingkat sekarang sebesar 4 juta barel per tahun dan pembatasan impor produk minyak sulingan sebesar 2 juta barel per tahun .
“Resolusi DK PBB terbaru mewakili komitmen masyarakat internasional untuk tidak mentolerir pembangunan nuklir dan rudal Korea Utara,“ kata pemerintah Seoul dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Yonhap, Selasa (12/9)
“Keputusan ini juga mengirimkan peringatan serius kepada rezim Korea Utara, provokasi secara sembrono hanya akan memperdalam isolasi ekonomi dan tekanan diplomatiknya,“ tambahnya.
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
DK PBB menjatuhkan sanksi baru setelah uji coba peledakan nuklir keenam dan paling kuat yang dilakukan pada 3 September. Keputusan ini adalah kesembilan kalinya untuk Korut yagng disetujui dewan tersebut sejak 2006, saat melakukan uji coba nuklir pertamanya.
Keyword : Korea Selatan Korea Utara Nuklir