Jum'at, 08/09/2017 21:30 WIB
Dhaka - Pemerintah Bangladesh mengusulkan menciptakan `zona aman` untuk membantu etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, untuk menghentikan ratusan ribu pengungsi menyeberang ke wilayahnya setelah tindakan militer.
“Logika penciptaan zona aman agar tidak ada etnis Rohingya yang masuk ke Bangladesh secara ilegal,“ kata Shahidul Haque, sekretaris luar negeri Bangladesh, pegawai negeri terkemuka di kementerian luar negeri.
Proposal tersebut sudah diajukan ke pemerintah Myanmar melalui Komite Internasional Palang Merah untuk mengamankan tiga wilayah di Rakhine, yang merupakan rumah bagi komunitas etnis Rohingya. Namun mereka (Myanmar) mengatakan, ini adalah keputusan politik untuk kedua negara.
Konflik yang berlangsung puluhan tahun di Rakhine baru-baru kembali mencuat pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi dan pangkalan militer. Sejak saat itu, sekitar 270.000 orang Rohingya hijrah ke Bangladesh.
Hari Raya Budha, Mantan Pemimpin Myanmar Dapat Remisi
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi
PBB: 2025 Tahun Paling Mematikan bagi Pengungsi Rohingya di Laut
Menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan, lebih dari 400.000 orang lainnya sebelumnya sudah mengunsi di kamp-kamp darurat yang sempit sejak awal 1990an.
Dikutip Reuter, diperkirakan puluhan ribu lagi akan mencoba menyeberang ke Bangladeh jika kekerasan tidak mereda. Foto-foto terakhir dari perbatasan antara kedua negara menunjukkan ratusan pria, wanita, dan anak-anak Rohingya mencoba menyeberang ke Bangladesh dengan berjalan kaki dan dengan perahu.
Krisis kemanusiaan terjadi di tetangga Bangladesh berebut untuk berurusan dengan orang-orang yang tidak disambut baik. Dalam beberapa hari terakhir, pejabat Bangladesh mengatakan mereka berencana untuk terus maju dengan rencana kontroversial mengembangkan pulau terpencil yang terisolasi banjir di Teluk Benggala untuk sementara menampung puluhan ribu pengungsi
Keyword : Rohingya Bangladesh Myanmar