Jum'at, 08/09/2017 19:05 WIB
New York – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis jumlah pengungsi etnis Muslim Rohingya, yang lari dari Rakhine State ke perbatasan Bangladesh dalam dua pekan terakhir.
Jika sebelumnya jumlahnya diperkirakan 164.000 orang, ternyata hasil terakhir menyebutkan terdapat 270.00 Muslm Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak eksodus pada 25 Agustus lalu, akibat serangan militer Myanmar.
Menurut juru bicara Badan Pengungsi PBB UNHCR Vivian Tan jumlah pengungsi cenderung meningkat, karena timnya telah menemukan sejumlah pemukiman baru sebagai tempat transit, yang sebelumnya sulit untuk diakses, karena dibatasi oleh pemerintah setempat.
“Ini adalah jumlah yang mengkhawatirkan. Ada perkampungan yang sudah over kapasitas. Bahkan banyak tekanan yang diterima oleh tim ketika menyebutkan angka itu,” kata Vivian kepada TIME, Jumat (8/9).
KTT Filipina, Myanmar Keluhkan Perlakuan Diskriminatif ASEAN
PBB Desak Pembebasan Tahanan dalam Konflik Myanmar
Hari Raya Budha, Mantan Pemimpin Myanmar Dapat Remisi
Dilansir dari TIME, saat ini sebagian besar pengungsi Rohingya masih mendiami beberapa perkampungan darurat. Sementara 300 kapal berisi bantuan dari lembaga internasional sudah tiba di Bangladesh.
“Rute laut sangat berbahaya saat ini. Beberapa kapal kerap tenggelam di laut lepas,” ujarnya.