Kamis, 07/09/2017 17:17 WIB
Manila – Anak tertua Presiden Filipina Paolo Duterte membantah terlibat dalam pengiriman narkoba bernilai 125 juta dolar. Paolo menganggap tuduhan tersebut tidak berdasar, di tengah upaya ayahnya memburu para bandar narkoba.
“Saya tidak bisa memberikan jawaban apapun, sebab itu hanya desas-desus belaka,” kata Paolo dilansir dari Asian Correspondent, Kamis (7/9).
Paolo sebelumnya dituding mempermudah masuknya pengiriman narkoba yang diketahui berasal dari China di sebuah pelabuhan di Manila. Senator Antonio Trillanes membawakan sebuah gambar yang menampilkan Paolo sedang berada di samping pengusaha obat-obatan terlarang Kenneth Dong pada Mei lalu.
Dong pun mengakui bahwa di dalam foto tersebut memang benar adalah dirinya bersama Paolo dan saudara laki-laki Paolo, Sebastian.
Sabu 15 Gram yang Diselundupkan Diarea Vagina Berhasil Digagalkan
Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka
Diburu ICC, Kepala Polisi Era Duterte Bersembunyi di Gedung Senat
Namun, Presiden Duterte buru-buru bereaksi dengan menyatakan bahwa dia siap mundur, jika anggota keluarganya terbukti terlibat dalam korupsi maupun narkoba.