Senin, 04/09/2017 16:23 WIB
Riyadh – Menteri Kesehatan (Menkes) Arab Saudi Dr. Toufik al-Rabiha mengklaim tidak ditemukan penyakit menular selama pelaksanaan musim haji tahun ini. Kepada awak media, ia menjelaskan bahwa tim medis haji Saudi telah melakukan upaya pencegahan dan pengobatan untuk para jemaah.
Upaya tersebut antara lain menyiapkan 25 rumah sakit dan 158 klinik di Mekkah, Madinah dan beberapa ritus suci. Ini juga termasuk 131.000 tenaga kesehatan sekaligus pendirian rumah sakit darurat di Masjid al-Haram yang terdiri dari 50 tempat tidur.
“Kami memperbarui sepuluh unit pusat kesehatan di Arafah dan memperluas enam rumah sakit untuk pasien yang terkena serangan panas. Dalam rangka mendeteksi penyakit menular, kementerian sudah membentuk 15 pusat kesehatan di sepanjang perbatasan Arab Saudi,” kata Menkes Saudi dikutip dari Aawsat, Senin (4/9).
Kemudian, Rabiha mengatakan lebih dari 700.000 vaksin polis dan meningitis sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Saudi. Menurutnya, petugas kementerian juga sudah melakukan antisipasi untuk menghindarkan jemaah dari sengatan panas.
Polemik Dam Haji Mengemuka, Jemaah Diminta Tak Bingung soal Perbedaan Fatwa
KJRI Jeddah Konfirmasi 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026
Saudi Tindak Tegas 29 Jemaah Haji Ilegal, Didenda Rp93 Juta
“Langkah-langkah ini terbukti efektif, karena tidak ada penyakit menular atau masalah kesehatan umum yang pernah terjadi tahun lalu,” ujar perwakilan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) Dr. Ibrahim al-Zik.
Keyword : Haji 2017 Penyakit menular Arab Saudi