Sabtu, 26/08/2017 22:04 WIB
Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perjanjian memorandum perekrutan militer dari kalangan transgender. Tidak hanya itu saja, Trump juga menghentikan anggaran operasi penggantian kelamin bagi personil militer aktif, mulai Jumat (25/8).
Dilansir dari Reuters, Trump menepati janjinya di media sosial bulan lalu, yang mengatakan bahwa dirinya akan membersihkan angkatan bersenjata AS dari para transgender. Bertolak belakang dengan kebijakan Obama dulu.
Dampak kebijakan ini adalah Sekretaris Bidang Pertahanan Jim Mattis harus merilis daftar transgender yang berada di tubuh militer AS. Selain itu, keputusan Trump di satu sisi juga memantik protes di kalangan pendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
“Militer kita menjadi yang terkuat saat semua orang diperlakukan secara setara. Kebiajakan ini belum pernah ada sebelumnya, dan berpotensi memperlemah militer,” ujar salah satu pentolan kelompok LGBT Matt Thorn.
Trump Sebut Ia Bisa Bertemu Pemimpin Iran jika Kesepakatan Tercapai
Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Keyword : Donald Trump Transgender Amerika Serikat