Referendum Kurdi Irak Tetap Berlanjut

Selasa, 15/08/2017 09:03 WIB

Baghdad – Kurdi Irak tetap melanjutkan upaya referendum di tengah keberatan Amerika Serikat (AS). Presiden Kurdi Irak (KRG) Massoud Barzani tidak mengindahkan permintaan Menteri Sekretaris Negara AS Rex Tillerson yang mendorong pemerintah agar fokus kepada perlawanan terhadap kelompok ISIS.

AS, sebelumnya juga khawatir pemungutan suara untuk kemerdekaan Kurdi Irak, dapat memicu pergolakan di Baghdad, Turki, Iran dan Suriah, yang mengakibatkan jumlah pengungsi dampak perang lebih meningkat.

“Masalah penundaan referendum, Presiden Barzani menyatakan bahwa Daerah Kurdistan tetap berharap ada jaminan dan alternatif untuk masa depan mereka,” ujar KRG dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Independent.

Referendum Irak akan dilakukan di tiga wilayah Kurdi. Salah satu di antaranya adalah Provinsi Kirkuk, yang dikabarkan daerah kaya minyak. Ini merupakan salah satu keberatan AS dan dikhawatirkan dapat memicu ketegangan di Baghdad.

TERKINI
May Day 2026, Pimpinan DPR Soroti Upah dan Ancaman PHK Buruh Menteri PPA Kecam Keras Dugaan Penganiayaan terhadap Anak di Daycare Aceh 44 Pelaut Iran Dilaporkan Tewas dalam Perang Melawan AS-Israel Harga Minyak Kembali Naik karena Belum Ada Tanda Berakhirnya Perang Iran