Selasa, 18/07/2017 04:34 WIB
Beirut - Saudara laki-laki Presiden Iran, Hasan Rouhani yang juga menjabat sebagai penasihat, dilarikan ke rumah sakit pada hari kedua penahanannya.
Menurut Fars News dikutip dari Reuters, Hossein Fereydoun dipanggil untuk diinterogasi pada hari Sabtu, karena tuduhan korupsi. Dia kemudian ditahan saat ia tidak dapat memberikan uang jaminan yang nilainya lebih dari 15 juta dolar (lebih dair Rp200 miliar).
Fereydun adalah seorang diplomat senior, yang ikut andir dalam perundingan yang menghasilkan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara terkuat di dunia.
Beberapa pendukung Rouhani mengartikan tuduhan terhadapnya, sebagai tindakan untuk mendiskreditkan presiden.
Masih Memanas, Iran Ancam Balas Rencana Invasi Pasukan AS di Pulau Kharg
Iran Isyaratkan Diplomasi Tetap Terbuka di Tengah Baku Tembak dengan AS
AS Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Sebagai Alat Tawar Perundingan
Fereydoun muncul di pengadilan pada hari Senin, namun dipindahkan ke rumah sakit karena alasa kesehatan.
"Kesehatan Fereydoun sudah tidak baik semenjak pertama kami ia hadir di pengadilan, dan akhrinya karena situasi kesehatannya yang terus memburuk. sesi tanya jawab pun ditunda dan ia meninggalkan pengadilan dengan menggunakan sebuah ambulan," tulis kantor berita Tasnim.
Tidak ada lapoarn lebih lanjut terkait kesehatan Fereydoun. Presiden Iran Hasan Rouhani pun belum membuat pernyataan resmi, terkait penahanan saudaranya itu.
Keyword : Internasional Iran Hossein Fereydun Hasan Rouhani