Blokir Telegram, Ini Pernyataan Tegas Jokowi

Minggu, 16/07/2017 14:06 WIB

Jakarta - Pemerintah ternyata sudah lama mengawasi layanan Telegram versi web. Konten itu dianggap dikaitkan terorisme, dan itulah yang menjadi alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memblokir layanan aplikasi pesan instan tersebut.

"Pemerintah sudah mengamati lama. Dan negara mementingkan keamanan masyarakat," kata Jokowi saat menghadiri acara partai Nasional Demokrat, Jakarta, Minggu (16/7).

Jokowi mengatakan, banyak konten terorisme di aplikasi Telegram. "Ada ribuan (konten) dikategorikan akan mengganggu keamanan negeri dan masyarakat," ujar  Jokowi.

Dikatakan Jokowi, dengan keputusan itu maka meminta masyarakat tak perlu cemas dengan pemblokiran Telegram. Katanya lagi, masih banyak aplikasi lain yang dapat menggantikan fungsi Telegram.

Sejak pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir layanan Telegram. Konten itu dipastikan radikal dan itulah yang menjadi alasan menutupnya. Namun untuk telegram versi mobile  masih bisa digunakan dengan bebas.

Keyword : Telegram Jokowi

TERKINI
Pedro Porro Terpilih Jadi Bek Terbaik Piala Dunia 2026 Bantuan Mobil Perpustakaan Keliling Jangan Berakhir Jadi Pajangan Lima Jenis Buah yang Baik untuk Kesehatan Jantung Anda Breaking News! Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN