Republik: Bermitra dengan Rusia Sama dengan Bermitra dengan Assad

Senin, 10/07/2017 07:48 WIB

Jakarta - Presiden Amerika Serikat,  Donald Trump mengatakan telah mendiskusikan pembentukan unit Cyber Security dengan Rusia. Meski begitu, ia menuai kritikan keras terutama dari kubu partai Republik lantaran bermitra dengan pemerintah  yang mencampuri pemilihan Presiden AS pada 2016

Dalam pertemuan perdananya dengan Presiden Vladimir Putin pada Jumat (7/7), Trump mengatakan, sekarang waktunya untuk bekerja secara konstruktif dengan Moskow, menunjuk pada kesepakatan gencatan senjata di Suriah barat daya yang mulai berlaku pada Minggu (9/7).

"Putin dan saya membahas pembentukan unit Cyber Security yang tidak dapat ditembus, sehingga pemilihan hacking, dan banyak hal negatif lainnya, akan dijaga dan aman," katanya setelah pertemuan di KTT G-20 di Hamburg, Jerman, dikutip Reuters pada Minggu (9/7)

Tiga senator Republikan, Lindsey Graham dari South Carolina, John McCain dari Arizona dan Marco Rubio dari Florida, mengecam gagasan tersebut. Satu di antanyara, Rubio melalui Twitter pribadinya, mengatakan, "Bermitra dengan Putin di `Cyber Security Unit` mirip bermitra dengan (Presiden Suriah Bashar al Assad) di Unit Senjata Kimia."

Perwakilan Adam Schiff, anggota Demokrat teratas di Komite Intelijen DPR, mengatakan kepada stasiun CNN "State of the Union" Rusia tidak dapat menjadi mitra yang kredibel di unit keamanan cyber. "Jika itu adalah pertahanan pemilihan terbaik kami kata Schiff, maka kami juga akan mengirimkan surat suara kami ke Moskow.

Secara terpisah, pejabat pemerintah AS mengatakan, hack baru-baru ini ke dalam sistem bisnis tenaga nuklir AS dan perusahaan energi lainnya diklaim dilakukan oleh hacker pemerintah Rusia, Washington Post melaporkan pada Sabtu.

TERKINI
Mengapa Hari Angin Sedunia Diperangati Setiap 15 Juni? Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia 15 Juni, Ini Sejarahnya 15 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Swiss, Skotlandia, dan Meksiko Memimpin