DPR Larang TNI Bertempur Lawan ISIS ke Filipina
Rabu, 05/07/2017 21:40 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta untuk waspada terkait rencana pengiriman TNI untuk terlibat operasi militer dalam menggempur ISIS di Marawi, Filipina Selatan.
Wakil Ketua DPR
Fahri Hamzah mengatakan, jangan sampai pemerintah justru mengimpor masalah luar negeri ke dalam negeri yang tidak tahu jalan keluarnya.
"Kita ngga mau impor masalah orang lain dari luar ke dalam negeri kita. Kita harus betul-betul kerja untuk keamanan dalam negeri," kata Fahri, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/7).
Meski Presiden
Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan Indonesia terlibat dalam operasi militer, Fahri mengimbau, agar pemerintah tidak reaktif menanggapi masalah yang sedang dihadapi
Filipina.
"Misalnya kita serang Marawi tanpa strategi, kemudian ini dibilang
ISIS. Lalu nanti ada konpers dari
ISIS mulai akan serang indonesia, kami akan ke Indonesia untuk berperang," tegasnya.
"Setiap perang itu harus dapatkan order resmi pemerintah dengan persetujuan DPR. Lebih baik proteksi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia," demikian Fahri.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, Presiden
Filipina Rodrigo Duterte mengizinkan Indonesia terlibat dalam operasi militer untuk menggempur
ISIS di Marawi,
Filipina Selatan.
"Presiden
Filipina Duterte sudah mengiyakan. Saya sudah bertemu Presiden
Filipina dan Menhan
Filipina. Dia dukung penuh, silahkan saja katanya," ujar Ryamizard.
TERKINI
Diperingati Setiap 7 September, Ini Sejarah Unik Hari Pencinta Bir Sedunia
Mengapa Hari Membeli Buku Diperingati Setiap 7 September?
Hari Kesadaran Duchenne Sedunia 7 September, Ini Sejarah hingga Maknanya
7 September 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini