Bahrain Tuding Qatar Lakukan Eskalasi Militer di Teluk

Selasa, 27/06/2017 08:31 WIB

Jakarta - Menteri Luar Negeri Bahrain, Shikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa  menuding Qatar pada menciptakan eskalasi militer di tengah perselisihan dengan kekuatan regional. Menurut laporan Doha membiarkan lebih banyak tentara Turki memasuki wilayahnya.

Bahrain, di samping Arab Saudi, UEA dan Mesir memberlakukan boikot  Qatar tiga pekan lalu, kemudian mengeluarkan ultimatum, salah satunya menutup pangkalan militer Turki di Doha.

"Landasan perselisihan dengan Qatar bersifat diplomatik dan berorientasi pada keamanan, bukan militer," kicau Menlu Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed Al-Khalifa melalu akun Twitter miliknya.

"Membawa tentara asing dan kendaraan lapis baja adalah eskalasi militer yang Qatar ciptakan," tambahnya, tanpa menyebutkan Turki.

Dalam tweet pada Minggu (25/6), Sheikh Khalid mengatakan, gangguan eksternal tidak akan menyelesaikan masalah.

Keempat ultimatum kekuatan Arab, yang juga mencakup tuntutan untuk penutupan televisi Al Jazeera dan pembatasan hubungan dengan Iran, tampaknya bertujuan untuk membongkar kebijakan luar negeri intervensionis dua dekade di Qatar.

Dua kontingen tentara Turki dengan kendaraan lapis baja  tiba di Doha sejak krisis meletus, bersama dengan 100 pesawat kargo yang sarat dengan persediaan.

Turki juga bergegas melalui undang-undang untuk mengirim lebih banyak pasukan setelah sanksi diberlakukan untuk menunjukkan dukungan terhadap Qatar. Pada Minggu, Presiden Turki Tayyip Erdogan menolak ultimatum tersebut sebagai campur tangan yang tidak sah dalam urusan Qatar.

TERKINI
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut