Selasa, 27/06/2017 08:14 WIB
Jakarta - Badan Hak Asasi Manusia di Qatar mengatakan telah memantau beberapa pelanggaran serius terhadap siswa Qatar di tiga negara tetangga di tengah perselisihan negara tersebut, menurut sebuah laporan di media pemerintah.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan blokade terhadapnya pada 5 Juni karena tuduhan mendanai terorisme.
Tiga negara Teluk Arab, bersama dengan Mesir, juga memutuskan hubungan dengan Qatar, belum memberikan bukti apapun atas klaim mereka, sementara Qatar berulang kali membantah tuduhan tersebut dengan dalih tidak berdasar.
Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC), sebelumnya mengatakan langkah-langkah melawan Qatar lebih buruk daripada Tembok Berlin. Ia juga mengatakan pengepungan tersebut tidak adil sebab berdampak pada hak pendidikan bagi siswa Qatar di tiga negara, dan terutama di negara-negara UAE, kata Qatar News Agency (QNA), dikutip Aljazeera pada Senin (26/6)
KJRI Jeddah Konfirmasi 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026
Saudi Tindak Tegas 29 Jemaah Haji Ilegal, Didenda Rp93 Juta
Nenek Berusia 70 Tahun Mendadak Jadi Ikon Haji Indonesia di Arab Saudi
QNA mengatakan, BHKM mencatat pelanggaran dalam beberapa cara, seperti yang tidak memungkinkan siswa Qatar menyelesaikan ujian pada akhir tahun ajaran, dan menolak memberi mereka sertifikat kelulusan dan penutupan akun pendidikan mereka. Serta penghentian pendaftaran mereka secara sewenang-wenang tanpa memberi alasan .
NHRC mengatakan, telah mengajukan serangkaian pengaduan ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dikenal sebagai UNESCO, menurut QNA. Ini juga mendesak universitas dan institusi pendidikan di UAE, Arab Saudi dan Bahrain mengesampingkan perbedaan politik dan mempertimbangkan hak-hak siswa Qatar dan tidak membuat hambatan terhadap hak mereka atas pendidikan.
Keyword : Qatar Arab Saudi Mahasiswa UAE