Senin, 30/06/2025 13:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono diminta untuk segera mengisi kekosongan duta besar (dubes) di sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono menjelaskan dubes adalah faktor yang paling penting di Kementerian Luar Negeri. Selain bertugas untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, keberadaan dubes juga sangat penting untuk menjalankan diplomasi dan hal lainnya.
"Ya, kalau saya sih maunya yang kosong ini segera diisilah, apa pun alasannya," kata Anton dalam rapat kerja dengan Menlu Sugiono di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/6).
Anggota DPR Pertanyakan Anggaran 83.980 Posbankum Desa/Kelurahan
KPK Dapat Tambahan Rp774,31 Miliar, Anggaran 2027 Jadi Rp2,22 Triliun
Komisi III Setujui dan Perjuangkan Tambahan Anggaran Polri Rp44,9 T
Berdasarkan catatannya, dia mengatakan bahwa saat ini ada kekosongan dubes di 12 KBRI, di antaranya KBRI Amerika Serikat kosong sejak 2023 karena saat itu dubes ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN.
Dia mengatakan, Dubes PBB New York sudah kosong sejak 2024 karena diangkat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Begitu juga Dubes KBRI Jerman kosong karena diangkat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.
"PBB Jenewa dubesnya jadi Wakil Menteri PPN dan Bappenas. Dubes Korea Utara sejak 2021 ditarik karena Covid-19, sampai sekarang tidak ada," kata dia.
Menlu Sugiono, lanjut dia, diminta untuk segera menyiapkan pengganti sejumlah dubes yang masa jabatannya akan berakhir. Hal ini mengingat pergantian dubes memerlukan waktu untuk uji kepatutan hingga pelantikan.
Ia memahami bahwa penunjukan dubes merupakan hak prerogatif dari Presiden sebagai Kepala Negara. Namun, dia mengimbau agar Menlu Sugiono aktif berkomunikasi dengan Presiden mengenai sejumlah dubes yang akan berakhir masa jabatannya.
"Itu kalau kosongnya lama `kan tidak bagus juga untuk negara yang bersangkutan," tandasnya.