Lestari Moerdijat: Dorong Upaya Perluasan Akses Perguruan Tinggi Bagi Penyandang Disabilitas di Tanah Air

Senin, 23/06/2025 15:41 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Dorong upaya perluasan akses perguruan tinggi bagi penyandang disabilitas di Indonesia demi meningkatkan kemandirian dan keterlibatan aktif kelompok difabel dalam proses pembangunan.

"Berbagai upaya untuk mendorong keterlibatan aktif setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses pembangunan harus mendapat dukungan semua pihak. Perluasan akses perguruan tinggi bagi penyandang disabilitas adalah salah satu upaya yang harus mendapat perhatian bersama," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Senin (23/6).

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut dari total 17,9 juta penyandang disabilitas hanya 2,8%-nya yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sumber yang sama juga menyebutkan jumlah pekerja penyandang disabilitas tercatat hanya sekitar 0,55% dari total tenaga kerja nasional.

Sementara itu data organisasi buruh dunia, ILO, per Desember 2024, menyebutkan hampir 90% penyandang disabilitas di Indonesia tidak aktif bekerja atau mencari pekerjaan.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan sekitar 75% dari total 720.748 pekerja dengan disabilitas di Indonesia bekerja di sektor informal.

Sejumlah catatan tersebut, menurut Lestari, harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan dan masyarakat, agar kesempatan untuk mewujudkan kemandirian bagi para penyandang disabilitas bisa segera ditingkatkan.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat, perluasan akses perguruan tinggi bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian bagi kelompok difabel di tanah air.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, untuk mendukung perluasan akses bagi penyandang disabilitas, kesiapan peningkatan sejumlah sarana dan prasarana perguruan tinggi harus direalisasikan.

Selain itu, jelas Rerie, berbagai upaya untuk menekan stigma negatif dan diskriminasi penyandang disabilitas dalam menempuh pendidikan tinggi, juga harus dilakukan.

Rerie sangat berharap, akses perguruan tinggi bagi penyandang disabilitas dapat segera ditingkatkan, demi membuka peluang lebih luas bagi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas di tanah air.

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi