Penghuni Lapas Mewah Cipinang akan Dipindah ke Nusakambangan

Rabu, 14/06/2017 17:12 WIB

Jakarta - Tiga penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) Cipinang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan itu akan dilakukan menyusul penemuan fasilitas mewah dalam sel mereka.

Pemindahan itu diamini oleh Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Endang Sudirman. Satu dari tiga tahanan yang bakal dipindah ke Lapas Nusakambangan itu merupakan anak buah Fredy Budiman, bernama, Haryanto Chandra alias Gombak.

"Dia (Haryanto Chandra) sebenarnya dalam rangka pengawasan di Lapas Cipinang. Kita ada rencana dia untuk dipindahkan ke Nusakambangan‎," ucap Endang di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

Dikatakan Endang, dua rekan satu sel Haryanto juga rencananya akan dipindahkan ke Nusakambangan jika kedapatan ikut permainan jaringan Fredy Budiman‎. Meski demikian, kata Endang, dalam waktu dekat ini ketiganya akan diperiksa terlebih dahulu.

"Sekarang memang belum dipindahkan. Nanti akan dilakukan pendalaman karena ini jelas melanggar.Nanti kita lihat ketiganya terlibat langsung atau tidak," tandas Endang.

Sebelumnya sebuah sel di Lapas Klas I Cipinang yang dihuni oleh tiga orang jaringan Fredy Budiman kedapatan menyimpan sejumlah barang-barang mewah. Temuan barang mewah itu sendiri terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan kajian di Lapas Cipinang pada Selasa (13/6/2017).

Adapun barang mewah tersebut berupa lima unit Handphone,  satu unit token, satu unit laptop mabok, satu unit AC, dan satu unit modem wifi. Tak hanya itu, jaringan Fredy Budiman itu juga mengendalikan Closed Circuit Television (CCTV) dari dalam kamar selnya.

Atas temuan tersebut, pihak BNN sendiri sudah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap Kalapas Cipinang, Kunto Wuryanto. Kunto Wuryanto sendiri terancam dipecat dari jabatannya.

TERKINI
Rahasia Stamina Prima Saat Menjalankan Rangkaian Ibadah Haji Trump Senang, Gencatan Senjata Bantu Isi Ulang Amunisi Kementrans Kaji Ulang Beasiswa Patriot agar Lebih Tepat Sasaran Pakistan Desak AS-Iran Perpanjang Gencatan Senjata