Fraksi PKB MPR : Gelar Doktor Kehormatan, Menunjukkan Kiprah Muhaimin Iskandar Diakui Dunia

Senin, 02/06/2025 14:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyambut baik pemberian penghargaan Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) yang diterima Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar dari Bodhisastra University Florida, USA, Sabtu (31/5/2025) lalu. Gelar Doktor HC ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan dunia internasional terhadap Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin sekaligus Ketua Umum DPP PKB.

“Gelar Doktor Kehormatan ini jelas merupakan bentuk pengakuan internasional atas kerja-kerja, dedikasi dan loyalitas Pak Muhaimin dalam hal kepemimpinan dan komitmen terhadap pemberdayaan, kesejahteraan serta kebijakan yang inklusif dan berkeadilan untuk masyarakat,” tegas Neng Eem, di Komplek DPR Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025)

Lebih lanjut Fraksi PKB MPR RI menilai, Universitas Bodhisastra Florida, Amerika Serikat bukan hanya mengakui kepemimpinan Cak Imin dalam konteks politik, tapi juga dalam manajemen perubahan sosial yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas, sebagaimana amanahnya saat ini sebagai Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kepemimpinan Cak Imin dinilai sebagai sesuatu yang bermakna oleh Universitas Bodhisastra. Karena bisa memadukan idealisme dan dedikasinya di pemerintahan untuk perubahan yang terbaik bagi rakyat Indonesia,” ujar Eem.

Seperti diketahui, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menerima penghargaan gelar Doktor Kehormatan dari Bodhisastra University Florida, Amerika Serikat, bersama dengan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Fransisco Kalbuadi, di Jakarta, Sabtu (31/5/2025) lalu. Penghargaan untuk Cak Imin diterima Ketua DPP PKB Bidang Kerjasama Internasional Luluk Nur Hamidah, karena Cak imin sedang menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

TERKINI
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar