Kamis, 22/05/2025 11:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Barcelona dan Liverpool boleh saja keluar sebagai juara liga masing-masing musim 2024/2025. Namun, jika berbicara soal trio penyerang paling tajam, data menunjukkan bahwa kedua raksasa Eropa ini tidak masuk lima besar dalam hal kolektivitas gol.
Melalui data Transfermarkt, terungkap sepuluh kombinasi trio paling produktif dari berbagai liga top dunia. Hasilnya mengejutkan. Trio dari liga yang kurang mendapat sorotan seperti China Super League dan Singapore Liga Premier justru berada di puncak.
Trio maut Shanghai Port yang terdiri dari Wu Lei (34 gol), Gustavo (20 gol), dan Oscar (14 gol) menduduki posisi teratas. Kolaborasi mereka menghasilkan 68 gol, menjadikan lini depan Shanghai Port sebagai yang paling produktif di dunia musim ini.
2. Geylang International (Singapura) – 66 GolDengan Tomoyuki Doi (44 gol) sebagai mesin gol utama, dibantu Ryoya Taniguchi (12) dan Vincent Bezecourt (10), Geylang mencatat total 66 gol dari trio andalannya. Kombinasi kecepatan dan penyelesaian akhir mereka sangat dominan di Liga Premier Singapura.
Raphinha Ingin Bremer Perkuat Lini Belakang Barcelona
Flick Bangga Meski Barcelona Tersingkir dari Liga Champions
Jelang Lawan Atletico, Lamine Yamal Pastikan Barcelona Tampil All Out
Trio Lennart Thy (28 gol), Shawal Anuar (18), dan Maxime Lestienne (14) membawa Lion City Sailors ke papan atas liga domestik. Produktivitas mereka menunjukkan betapa klub ini memaksimalkan potensi penyerang lokal dan asing.
4. Cashmere Technical (Selandia Baru) – 56 GolGabungan Garbhan Coughlan (34 gol), Lyle Matthysen (11), dan Jack Hallahan (11) memperlihatkan dominasi mereka di South National League. Mereka mungkin bermain di liga regional, tapi output golnya luar biasa.
Di Liga 1 Apertura Peru, Martín Cauteruccio (35 gol) menjadi aktor utama bersama Santiago González (14) dan Ignácio (5). Efektivitas lini depan Sporting Cristal menempatkan mereka sebagai tim paling tajam di Amerika Selatan musim ini.
6. Sporting CP (Portugal) – 53 GolTrio Viktor Gyökeres (39 gol), Francisco Trincão (9), dan Pedro Gonçalves (5) membawa Sporting bersaing ketat di Liga Portugal. Gyökeres menjadi andalan utama, mencetak lebih dari 70 persen dari total gol trio ini.
Meski keluar sebagai juara La Liga, trio Robert Lewandowski (25 gol), Raphinha (18), dan Ferran Torres (10) hanya mencatat 53 gol. Bukan angka kecil, tapi cukup mengejutkan karena tak mampu menembus lima besar daftar global ini.
8. Toluca (Meksiko) – 51 GolDi Liga MX Clausura, kombinasi Paulinho (27 gol), Alexis Vega (15), dan Jesús Angulo (9) menjadi momok bagi pertahanan lawan. Toluca memanfaatkan kekuatan fisik dan insting gol ketiganya untuk mendominasi laga-laga domestik.
9. Liverpool (Inggris) – 51 GolTrio Mohamed Salah (28 gol), Luis Díaz (13), dan Cody Gakpo (10) sukses membawa Liverpool meraih gelar Liga Premier musim ini. Namun secara total, mereka hanya berada di peringkat sembilan dalam daftar trio tersubur dunia.
10. Phnom Penh Crown (Kamboja) – 51 GolTrio Andrés Nieto (21 gol), Jelle Goselink (16), dan Jarvey Gayoso (14) membuktikan bahwa dominasi tak selalu datang dari Eropa atau Amerika Selatan. Klub asal Kamboja ini tampil tajam sepanjang musim dan layak masuk daftar elit.