Jum'at, 09/06/2017 11:30 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) sebut cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 124,95 miliar hingga Mei 2017. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir April 2017 yang sebesar US$ 123,25 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, mengatakan peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa, antara lain berasal dari penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.
"Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Dia melanjutkan posisi cadangan devisa per akhir Mei 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
19 Juli 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Heaven Lake, Danau di Puncak Gunung Berapi yang Membelah China dan Korut
China Jadi Penentu Masa Depan Sawit Dunia, Ini Temuan Peneliti
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan."
Keyword : BI Cadangan Devisa Tirta Segara