Kamis, 01/05/2025 20:51 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ribuan Warga Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan menggelar aksi damai di Bundaran Marco Depan Intermedia Villa Nusa Indah 2, pada Minggu (4/5/2025).
Mereka menuntut percepatan normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas karena wilayahnya kerap menjadi langganan banjir. Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman membenarkan rencana aksi tersebut. Ia juga memaparkan jumlah warga yang bakal mengikuti aksi itu.
"[Jumlah masa aksi damai kali ini diperkirakan] tiga ribu sampai lima ribu orang, [khususnya warga Bojongkulur yang terdampak bencana banjir," ujar Puarman kepada Jurnas.com, pada Rabu (30/4/2025).
Adapun aspirasi yang ingin disampaikan lewat aksi ini ialah mendesak kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pelebaran sungai, penanggulan permanen, pengerukan, dan pembuatan polder di Sungai Cileungsi-Cikeas.
Protes Penjualan Senjata ke Israel, 90 Demonstran AS Diciduk
Dua Wisatawan Terjebak Banjir di Curug Jomblang Banyumas
5 Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor untuk Liburan Akhir Pekan
Lebih lanjut Puarman juga mengatakan bahwa tinggi air akibat bencana banjir yang kerap melanda wilayah Bojongkulur selalu naik dalam hitungan lima tahunan.
"Pada tahun 2016 banjir 2 meter, kemudian di tahun 2020 setinggi 3 meter, dan pada Maret 2025 setinggi 4 meter," kata dia.
Apalagi berdasarkan data BMKG, kata Puarman, siklus banjir lima tahunan kedepannya bisa menjadi 3 tahunan, bahkan menjadi banjir tiap tahun dengan ukuran yang sama dengan siklus banjir lima tahunan.
Untuk itu, Puarman mengatakan, melalui aksi damai pada 4 Mei mendatang, pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas.
"Melihat potensi banjir kedepan, kami minta kepada pemerintah melakukan percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas," ujar Puarman.