Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Stop Sebar Berita Bohong

Kamis, 08/06/2017 19:22 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan penyebaran berita bohong dan kebencian di media sosial. Presiden meminta masyarakat untuk menunjukkan nilai-nilai kesantunan dan kesopanan sebagai budaya bangsa Indonesia.

"Saya Joko Widodo Presiden Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada, marilah bersama-sama kita hentikan penyebaran berita bohong atau hasutan yang mengandung fitnah dan kebencian di sosial media," tutur Presiden di kompleks Istana Presiden Jakarta, Kamis (8/6).

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Indonesia sudah 72 tahun merdeka, perlu diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Melihat perkembangan sekarang ini, masyarakat malah mudah dipengaruhi dengan berkembangnya isu SARA dan memperdebatkan kodrat kebhinnekaan.

"Harusnya perhelatan politik kan kita ngerti semua kan setiap lima tahun setelah pilgub itu selesai ya sudah setelah pilpres selesai ya selesai nanti nunggu lagi lima tahun. Ini enggak, yang sekarang ini sudah pilpresnya selesai masih goreng-goreng, pilgubnya selesai masih goreng-goreng sehingga masyarakat terbawa," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ada tiga hal yang menurut Presiden perlu mendapat sorotan penting, yaitu tingkat endidikan, masalah ekonomi dan pengaruh politik. Semua bercampur isu sehingga mudah tersulut isu SARA.

"Itu ada pengaruhnya karena apapun sekarang semua orang pegang HP, sehingga informasi yang ada di situ sangat mempengaruhi," ucap Presiden dilansir dari Antara.

Presiden RI asal Solo itu mengajak semua tokoh masyarakat dan berharap kandidat atau tim sukses, termasuk elit-elit politik dan elit partai, berperan serta mengedukasi masyarakat.[]

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya