Sabtu, 19/04/2025 12:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Belakangan ini, publik sempat dihebohkan dengan tragedi keracunan massal di Klaten, Jawa Tengah. Sebanyak 127 warga Desa Karangturi, Klaten, mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi kotak saat hajatan wayangan (12/4). Dari jumlah itu, 47 orang dirawat di rumah sakit, satu meninggal dunia.
Menurut Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, kasus keracunan massal seperti ini sering kali terjadi di masyarakat, terutama saat acara hajatan. Ironisnya, banyak kasus serupa yang tidak dilaporkan serta tanpa kelanjutan hasil laboratorium.
Mengutip laman UGM, disebutkan terdapat beberapa atau kombinasi faktor yang bisa menyebabkan keracunan makanan seperti di Klaten. Mulai dari bahan pangan yang kurang higienis, teknik memasak yang tidak merata, jeda waktu terlalu lama antara proses masak dan konsumsi, serta kondisi penyimpanan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.
Lalu bagaimana caranya memasak dalam skala atau porsi besar tanpa membahayakan kesehatan orang banyak? Simak ulasan berikut ini.
5 Wisata Sumber Air di Klaten yang Wajib Dikunjungi
7 Wisata Alam di Klaten yang Wajib Dikunjungi
Kasus Plaza Klaten Tebang Pilih, OC Kaligis Surati Kejagung
Gunakan bahan berkualitas, terutama untuk daging dan produk hewani. Simpan dalam suhu yang sesuai (dingin atau beku), dan jangan gunakan bahan yang sudah berubah warna, bau, atau tekstur.
2. Gunakan Peralatan Masak Sesuai KapasitasMasak dalam jumlah besar butuh alat besar. Panci kecil yang dipaksakan untuk memasak belasan kilogram daging akan membuat hasil masakan tidak matang merata—bakteri bisa bertahan hidup.
Terutama untuk lauk seperti rendang atau krecek, suhu panas harus menjangkau seluruh bagian makanan. Masak dengan suhu minimal 70°C dan pastikan tidak ada bagian yang mentah atau setengah matang.
4. Minimalkan Jeda Waktu Sebelum DisajikanWaktu antara masak dan konsumsi harus kurang dari 2 jam jika makanan tidak disimpan dengan alat penghangat. Jika lebih lama, gunakan alat penyimpan panas (>60°C) atau simpan dalam kulkas industri (<5°C).
Pastikan tempat memasak bersih, ventilasi baik, bebas dari serangga. Semua yang terlibat wajib mencuci tangan, memakai sarung tangan, masker, dan penutup kepala.
6. Perhatikan Menu Berisiko TinggiRendang, krecek, dan lauk berlemak tinggi cenderung lebih cepat rusak jika tidak ditangani dengan benar. Jika alat terbatas, lebih baik pilih menu yang lebih stabil, seperti ayam goreng, telur, atau sayuran tumis kering.
7. Waspadai Suhu dan Waktu PenyimpananBakteri bisa berkembang biak cepat di suhu ruang. Jika makanan dimasak pagi dan dikonsumsi malam (seperti di kasus Klaten), itu artinya ada jeda waktu 10–12 jam. Kondisi ini sangat berisiko jika makanan tidak disimpan dengan baik. (*)