Rabu, 09/04/2025 18:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Langkah Presiden RIPrabowo Subianto menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati di kediamannya, Jalan Teuku Umar, dinilai sebagai upaya menjaga hubungan dengan kekuatan oposisi.
Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menjelaskan, Prabowo tetap ingin hubungan tetap tetap terjalin baik.
"Oposisi tidak merasa begitu saja ditinggalkan," kata Ray kepada wartawan, Rabu (9/4).
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Kritik untuk Pemerintahan Harus Objektif, Bukan Bermotif Politik
Prabowo Pamit dari Ketum IPSI, Tegaskan Regenrasi dan Pengabdian
Namun, keuntungan Megawati dari pertemuan itu, menurut Ray, adalah untuk menjaga dan memastikan faksi di internal PDI Perjuangan tetap solid, satu komando.
"Pertama, ibu Mega menunaikan satu faksi di dalam tubuh PDIP yakni faksi Puan yang memang berkeinginan kuat agar ibu Mega bertemu pak Prabowo. Yang kedua, Presiden yang mendatangi ibu Mega. Bukan ibu Mega yang ke istana," kata Ray.
Kunjungan Prabowo itu juga, membuat Megawati tak kalah pamor dari mantan presiden Joko Widodo yang kediamannya pernah didatangi Prabowo. Apalagi, lokasi pertemuan digelar di Teuku Umar, ini menunjukan kepiawaian dan kematangan, serta ketokohan Megawati tidak dipandang sebelah mata oleh Prabowo.
Ray membandingkan pertemuan Prabowo dengan sejumlah ketum parpol lain yang datang kepadanya. Dengan begitu, sulit menyebut Megawati telah `ditaklukan`.
"Dan yang terakhir, menjaga martabatnya sebagai ketum partai pemenang pemilu. Bukan partai yang belok sana belok sini demi kekuasaan," tandasnya.