Minggu, 04/06/2017 11:27 WIB
Jakarta - Penyidik Amerika Serikat (AS) membantu Doha menyelidiki dugaan peretasan situs berita pemerintahahan negara bagian Teluk Arab. Pejabat keamanan Qatar dan pejabat penegak hukum AS membenarkan, serangan cyber yang memperburuk hubungan antara negara-negara Teluk yang bersekutu di Barat.
Qatar mengatakan, pekan lalu, hacker memposting berita palsu terkait pemimpin Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, yang konon mengkritik beberapa pemimpin negara-negara Teluk Arab dan menyerukan pelonggaran ketegangan dengan musuh regionalnya, Iran, dilansir Arab News
Meski begitu, negara-negara Teluk Arab membantah membiarkan media lokal menyerang pemimpin muda tersebut dan menganggapnya sedang menyesuaikan diri dengan pemimpin Negeri Para Mullah tersebut.
Saling lempar tudingan tersebut berselang beberapa hari setelah kunjungan pertama Presiden AS, Donald Trump ke Arab Saudi yang menggalang perang melawan militansi dan Iran yang membahayakan stabilitas regional.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Seorang pejabat Qatar yang meminta tidak diidentifikasi mengatakan, para ahli dari Federal Bureau of Investigation (FBI) telah membantu penyelidikan sejak Jumat.
Sementara di Washington, seorang petugas penegak hukum AS mengkonfirmasi bahwa sebuah tim FBI berada di Doha bekerja sama dengan pihak berwenang Qatar untuk menyelidiki insiden dugaan hacking tersebut ke kantor berita kenegaraannya.
Pejabat tersebut tidak memberikan rincian jumlah orang di tim AS atau kemajuan dalam penyelidikan tersebut. FBI pun tidak segera berkomentar mengenai laporan tersebut.
Keyword : Teluk Arab Qatar Amerika Serikat