Kamis, 27/02/2025 15:48 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi XII DPR RI mendorong kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas dan KKKS untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan lifting Migas nasional sesuai dengan target APBN tahun anggaran 2025.
Pernyataan itu mengemuka dalam rapat Komisi XII DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala SKK Migas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2).
Adapun target lifting migas yang ditargetkan pemerintah di 2025 ini mencapai 605.000 barrel per hari (barrel oil per day/bopd) dan produksi gas bumi di angka 5.625 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/mmscf.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin mengatakan, peningkatan lifting Migas sangat penting untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.
"Ya, salah satu cara mewujudkan kemandirian energi adalah melalui peningkatan lifting minyak dan gas bumi (Migas) serta pengurangan impor minyak," terangnya.
Dikatakan Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI ini, kemandirian energi tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peningkatan perekonomian nasional.
“Komisi XII DPR RI juga mendesak Kepala SKK Migas untuk memfasilitasi penyelesaian masalah perizinan lingkungan yang dihadapi oleh KKKS dalam rangka mencapai lighting Migas nasional tahun 2025,” terang Mukhtarudin.
Artinya, Mukhtarudin menegaskan sejumlah tantangan seperti perizinan dan aturan regulasi yang sering kali menjadi penghambat, memerlukan perhatian dan solusi yang komprehensif secara bersama-sama.
"Harapannya kerjasama yang erat antara SKK Migas dan KKKS maka Kemandirian Energi yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud," tandasnya.
Keyword : Warta DPR Komisi XII Mukhtarudin Golkar lifting Migas