Pancasila Dipolitisasi Kelompok Romantisme

Kamis, 01/06/2017 17:18 WIB

Jakarta - Pancasila sebagai ideologi Indonesia dinilai telah dipolitisasi oleh sekelompok romantisme yang mengklaim dirinya pancasilais sejati.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/5). Menurutnya, politisasi terhadap Pancasila akan sangat berbahaya. Sebab, tafsir Pancasila luas dan tidak boleh ada tafsiran tunggal.

"Pancasila mengalami politisasi oleh kelompok romantis yang terjebak romantisme yang menganggap mereka sajalah yang pancasilais dan yang lain tidak," kata Din.

Untuk itu, kata Din, seluruh elemen masyarakat serta tokoh dan elite bangsa harus duduk beersama untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila.

"Para elite bangsa kita teguhkan kembali komitmen pada pancasila. Kalangan Islam jangan mau dijebak seolah-olah berhadapan dengan Islam," tegasnya.

"Bagaimana penerapannya, rancang bangunnya tapi mojon maaf jangan juga dibiarkan pihak-pihak yang menerapkan kebebasan absolut, termasuk pers. Karena ini menganggu bangsa ini dalam menghayati Pancasila," demikian Din.

TERKINI
Iran Diperkirakan Dapat Rp258 Triliun dari Tarif Selat Hormuz Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa untuk Saling Menguatkan