Golkar Senayan: Aksi Indonesia Gelap Peringatan Agar Sistem Demokrasi Tak Kebablasan

Kamis, 20/02/2025 14:29 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin merespons aksi unjuk rasa "Indonesia Gelap" di sejumlah kota di Tanah Air.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, hal itu sebagai peringatan agar sistem demokrasi yang dijalankan di Indonesia tidak kebablasan.

"Saya pikir ini bagus untuk membuat alert, waspada begitu. Artinya, kita betul-betul, `Oh, ini yang diinginkan (masyarakat)`. Jadi, jangan sampai kebablasan juga, baik dalam pemerintahan ataupun masyarakat dalam menjalankan sistem demokrasi ini," kata Nurul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).

Dia menghargai aksi unjuk rasa sebagai sesuatu yang lumrah sebagai salah satu saluran bagi masyarakat menyampaikan aspirasi yang tidak dapat tersampaikan secara langsung.

Karena itu, aspirasi disampaikan melalui lapangan terbuka dengan jumlah massa aksi tertentu.

"Kami menghargai juga karena dalam sistem demokrasi, ya suara rakyat ini harus didengar begitu, dan kita tahu bahwa yang muncul di dalam suara rakyat adalah keresahan-keresahan," jelasnya.

Meski demikian, Anggota Komisi I DPR RI itu mengingatkan agar massa aksi tidak melakukan hal-hal destruktif.

"Demo itu ya wajar-wajar saja, kita juga jangan takut, jangan takut juga menyalurkan aspirasi, tetapi lakukan itu dengan cara-cara yang konstruktif ya, tidak kemudian anarkis," ujar dia.

Menurut Nurul, tindakan anarkis dalam unjuk rasa dapat membawa pengaruh pada stabilitas politik hingga ekonomi.

"Kalau sampai anarkis `kan tidak hanya merusak segelintir, tetapi juga negara inilah. Artinya, stabilitas politik `kan berimbas pada stabilitas ekonomi gitu," tandasnya.

 

 

 

 

 

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun