Jum'at, 07/02/2025 18:21 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga akhir Januari 2025, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Cadangan Devisa Indonesia sentuh angka 156,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Raihan ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir Desember 2024 sebesar 155,7 miliar dolar AS.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Jumat (7/2/2025).
Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2025 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Hari Ini, Rawit Merah Rp63.850 per Kilogram
KPK Dalami Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Terkait Dua Tersangka
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp61.050 per Kilogram
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal,” kata Ramdan.
Prospek ekspor yang tetap positif serta neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.
Bank Indonesia juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(ant)
Keyword : Bank IndonesiaCadangan Devisa Indonesia