Pernyataan Presiden Equador Bikin Pendiri Wikileaks Khawatir Ekstradisi

Selasa, 30/05/2017 04:15 WIB

Quito - Presiden Ekuador yang baru dilantik, Lenin Moreno melontarkan pernyataan bahwa pendiri wikileaks, Julian Assenge adalah seorang peretas. Pernyataan ini membuat Assenge khawatir dirinya akan diserahkan pihak Swedia ke Amerika Serikat. Namun, oleh Morena masih dibolehkan tinggal di kedutaan besar Ekuador di London.

"Tuan Assange adalah peretas. Itu yang kami tolak, dan secara pribadi saya menolaknya. Tetapi saya menghormati situasi dia, seruan menghormati hak asasi manusianya, namun saya juga meminta dia menghormati situasi dia," kata Moreno dilansir Reuters.

Sikap Moreno tersebut berbeda dengan pemimpin sebelumnya, Rafael Correa yang menyebut Assenge adalah wartawan, sehingga membolehkan Assenge yang asal Amerika Serikat itu mencari suaka di London pada sejak  2012 untuk menghindari ekstradiri ke Swedia karena tuduhan pemerkosaan.

Assange yang membantah tuduhan itu khawatir Swedia akan menyerahkan dia ke AS untuk menghadapi tudingan publikasi ribuan dokumen rahasia militer dan diplomatik AS yang merupakan salah satu pembocoran dokumen rahasia terbesar dalam sejarah AS.

Pernyataan Moreno sebenarnya sudah tidak asing lagi atas posisi Assenge. Karena, sejak masa kampanye dia sudah bersikap tegas agar Assenge tidak mencampuri urusan politik negara-negara yang bersahabat dengan Ekuador.

TERKINI
Bengis! Israel Tutup Akses Air untuk Hukum Rakyat Gaza Putin Puji Perlawanan Iran atas Tekanan AS dan Israel KPK Ungkap Ada Pihak yang Ngaku Bisa Urus Perkara Korupsi Bea Cukai Komnas HAM Ungkap 14 Orang Terlibat Kasus Air Keras Andrie Yunus