Negara-Negara Arab Kecam Perluasan Proyek Israel di Suriah

Senin, 05/10/2026 14:16 WIB

Damaskus, Jurnas.com - Negara-negara Arab, termasuk Qatar, Yordania, dan Kuwait, secara tegas mengecam penyelesaian dan perluasan proyek militer Israel yang dikenal sebagai `Garis Sufa 53` di Provinsi Quneitra, Suriah.

Ketiga negara tersebut menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Suriah, hukum internasional, serta Perjanjian Penarikan Pasukan tahun 1974.

Pernyataan kecaman yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, tersebut muncul di tengah laporan bahwa pasukan Israel terus melakukan pembersihan lahan dan penggalian di provinsi bagian selatan Suriah.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut perluasan proyek tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip internasional dan mendesak masyarakat internasional untuk memaksa Israel mematuhi resolusi PBB guna mencegah eskalasi regional lebih lanjut. Qatar juga menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan, independensi, dan integritas wilayah Suriah.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Duta Besar Fuad Al-Majali, menegaskan bahwa langkah-langkah Israel melanggar Piagam PBB serta kewajiban Israel di bawah perjanjian tahun 1974.

Dikutip dari Arab News pada Senin (5/10), Yordania menyerukan lembaga-lembaga internasional untuk menjalankan tanggung jawab hukum mereka, menghentikan pendudukan atas wilayah Suriah, serta mendukung stabilitas Suriah.

Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait menggambarkan penyerobotan Israel tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan, serta menyerukan tindakan internasional mendesak untuk menegakkan resolusi terkait.

Menurut laporan koresponden SANA, pasukan Israel mengerahkan lebih dari tujuh buldoser militer dan alat berat untuk memperluas tanggul tanah yang dikenal sebagai Garis Sufa 53 di dekat desa Al-Asha, Quneitra selatan. Selain itu, kendaraan militer Israel juga maju ke sebelah barat daya Al-Rafid untuk mengeduk parit dalam di dekat garis demarkasi di dalam wilayah Suriah.

Saat delegasi media dan jurnalis berusaha mendokumentasikan pengerjaan tanah tersebut, pasukan Israel mengerahkan drone pengintai di udara. Proyek Garis Sufa 53 ini awalnya diluncurkan pada pertengahan 2022 di dalam zona penyangga, membentang dari sekitar Hader melalui Jubata Al-Khashab dan Al-Hamidiya hingga ke Al-Asha dan titik batas tiga negara di selatan.

TERKINI
Ini Sederet Fakta Pohon Sahabi Saksi Bisu Perjalanan Rasululla Ini 5 Tokoh Disabilitas yang Sukses Menginspirasi Dunia Lima Cara Ampuh Atasi Laptop Lemot, Dijamin Langsung Ngebut TEP 8 Universitas Brawijaya Latih Masyarakat Segun Bikin Kapal Fiberglass