Sabtu, 03/10/2026 21:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Uni Emirat Arab (UEA) menyebut kopilot pesawat Flydubai mencoba melakukan “aksi teror” dalam insiden kekerasan di kokpit yang terjadi pada penerbangan menuju Tel Aviv.
Jaksa Agung UEA Hamad Saif al-Shamsi mengatakan hasil penyelidikan awal menemukan kopilot menggunakan kapak darurat (crash axe) untuk menyerang kapten dan berupaya mengambil alih kendali pesawat.
Kapak tersebut merupakan peralatan yang disimpan di kokpit untuk digunakan dalam kondisi darurat. Al-Shamsi menyampaikan temuan tersebut dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi UEA, WAM.
Menurut al-Shamsi, penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap seluruh keadaan yang melatarbelakangi kejadian, termasuk motif serta kemungkinan keterkaitannya dengan pihak lain.
“Hasil akhir akan diumumkan setelah prosedur yang diperlukan selesai,” kata al-Shamsi dalam pernyataannya.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu dalam penerbangan Flydubai FZ1073 yang membawa 174 penumpang dari Dubai menuju Tel Aviv.
Di tengah penerbangan, terjadi insiden di ruang kokpit yang melibatkan awak pesawat. Pesawat kemudian mendapat izin untuk melakukan pendaratan darurat di Prince Sultan bin Abdulaziz International Airport, Tabuk, Arab Saudi.
Sebelumnya, Flydubai mengonfirmasi bahwa terjadi “perselisihan di ruang kokpit” dalam penerbangan tersebut. Maskapai mengatakan awak pesawat berhasil mengamankan pesawat sebelum penerbangan dialihkan dan mendarat dengan selamat di Arab Saudi. (*)
Sumber: Anadolu
Keyword : Kopilot FlydubaiAksi Teror FlydubaiPenerbangan Dubai Tel AvivFlydubai FZ1073Insiden Kokpit