Iran Tuding Amerika Serikat Berupaya Rampok Kekayaan Negara

Selasa, 29/09/2026 17:15 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa perang Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sama sekali tidak berkaitan dengan program nuklir negaranya.

"Amerika Serikat bertujuan untuk merampas hak rakyat kami dan memecah belah tanah air kami," kata Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi.

Terkait pesan yang ditujukan kepada warga AS, Mohebbi menegaskan bahwa langkah tersebut murni untuk mengungkap fakta. "Surat kami kepada rakyat Amerika bertujuan untuk menyebarkan kebenaran, bukan untuk memengaruhi pemilihan umum Amerika," ujarnya.

Jenderal IRGC tersebut menjelaskan kepada warga negara AS bahwa serangan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran tidak memiliki hubungan sama sekali dengan isu senjata nuklir.

"Tujuan utama mereka adalah merampok rakyat Iran dan kekayaan negara ini. Tujuan mereka adalah memecah belah Iran. Tujuan mereka adalah mengubah Iran kembali menjadi negara jajahan di bawah kendali mereka. Mereka sendiri sangat tahu bahwa Iran tidak pernah berupaya membuat senjata nuklir," tegas Mohebbi.

Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran, yang kemudian dibalas oleh negara tersebut.

Setelah kedua pihak saling serang selama berbulan-bulan, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik tersebut pada pertengahan Juni. Namun, serangan kembali terjadi tidak lama usai perjanjian tersebut berlaku.

Hingga kini, perseteruan kedua negara masih belum dapat diselesaikan. Bahkan, AS memutuskan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai upaya untuk mengakhiri konflik dengan menciptakan beban finansial tambahan bagi negara Islam tersebut.

TERKINI
Mengenal Aminah binti Wahb Perempuan Mulia Ibunda Rasulullah Penghasilan Manajer KDKMP Bisa Mencapai Rp8,3 Juta Bukan Cuma Perang, Ini Makna Jihad dalam Islam APBN 2027 Disahkan, Ada Defisit Anggaran Rp671 Triliun