Senin, 28/09/2026 18:10 WIB
Santa Clara, Jurnas.com - Raksasa teknologi Nvidia resmi meluncurkan platform keamanan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) terbaru, yang dirancang untuk mencegah agen AI otonom melampaui batas wewenang yang diizinkan. Langkah ini diambil guna mengatasi risiko keamanan digital yang kian kompleks.
Platform bernama Open Agent Safety Platform ini hadir sebagai respons atas rentetan insiden kebocoran data berprofil tinggi di industri teknologi. Nvidia memosisikan isu keselamatan kecerdasan buatan sebagai tantangan teknik yang dapat diselesaikan tanpa harus menghambat laju inovasi.
Sistem keamanan berbasis open-source tersebut mengandalkan dua instrumen utama, yakni OpenShell dan Nvidia Sentry. Kedua alat ini bekerja secara padu untuk memastikan model AI yang paling canggih sekalipun tetap berada di bawah kendali manusia.
Instrumen OpenShell difungsikan untuk menegakkan aturan akses agen AI secara langsung. Dengan mekanisme ini, setiap aktivitas agen dapat dipantau serta dibatasi sesuai dengan parameter keamanan yang telah ditetapkan oleh pengembang.
Sementara itu, perangkat Nvidia Sentry berperan sebagai benteng pertahanan kedua dengan fungsi mengisolasi agen AI yang terdeteksi melakukan tindakan mencurigakan. Kehadiran arsitektur pelindung ini memungkinkan pengisian celah keamanan secara otomatis.
Vice President Enterprise AI Nvidia, Justin Boitano, mengungkapkan bahwa kehadiran platform keamanan baru ini dirancang untuk mencegah terulangnya insiden kebocoran keamanan seperti yang terjadi pada platform Hugging Face.
"Dari apa yang kami ketahui, platform keamanan baru ini bisa menghentikan kebocoran tersebut," ujar Boitano dikutip dari Bloomberg pada Senin (28/9).
Justin Boitano menambahkan bahwa platform ini memberikan jaminan keselamatan yang memadai bagi pengembangan kecerdasan buatan masa depan.
"Kami percaya lapisan keamanan tambahan ini akan memungkinkan industri untuk menguji sistem AI yang paling canggih sekalipun secara aman. Sistem ini dapat mengarantina agen yang mencurigakan dalam hitungan milidetik," dia menambahkan.
Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terkait potensi AI yang bergerak lepas dari kendali manusia tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Menurutnya, fokus utama industri harus diarahkan pada pengujian ketahanan sistem secara terukur dan disiplin.
Sistem keamanan ini dirancang agar dapat dijalankan secara bebas pada perangkat keras besutan Nvidia melalui integrasi unit pemrosesan sentral Vera serta unit pemrosesan data BlueField.
Peluncuran ini semakin memperkuat langkah strategis Nvidia usai merampungkan akuisisi terhadap Hugging Face bernilai sekitar USD$13 miliar dolar AS pada awal September.