Jum'at, 25/09/2026 17:24 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan alternatif untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg, antara lain dengan pemakaian CNG 3 kg, kompor listrik, hingga pembangunan jaringan gas (jargas) dan pipa transmisi.
“Nanti tahun depan kan sudah mulai ada ini juga kan, CNG dan seterusnya,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (25/9).
Pernyataan tersebut terkait volume tabung LPG 3 kg yang disepakati dalam Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sebesar 8 juta metrik ton, lebih rendah dari yang semula diusulkan sebesar 8,9 juta metrik ton.
Erani menyampaikan kesepakatan tersebut sekaligus menjadi tugas bagi pemerintah untuk membangun keseimbangan antara mengurangi ketergantungan impor LPG dengan menjaga pasokan di dalam negeri, termasuk menciptakan stabilitas harga.
Tahun 2027, Pagu Anggaran Kementerian ESDM Rp27,37 Triliun
Badan Geologi: Anak Krakatau Erupsi Strombolian, Warga Tetap Perlu Waspada
Badan Geologi Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
“Nah itu, sementara untuk tahun depan, kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk LPG itu 8 juta (metrik ton),” kata Erani.
Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg untuk tahun 2026 sebesar 8,6 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota yang ditetapkan di dalam APBN 2026, yakni 8 juta ton.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memaparkan bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg sampai dengan Juli 2026 sebesar 5,05 juta ton dari kuota sebesar 8 juta ton.
Ia memproyeksikan hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg akan mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota. Dia juga menyampaikan untuk tahun 2027, proyeksi konsumsi LPG 3 kg bisa lebih tinggi daripada tahun 2026.
Sementara itu, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Volume LPG 3 kg atau LPG bersubsidi yang disepakati antara pemerintah dengan DPR untuk APBN 2027 tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan volume LPG 3 kg pada APBN 2026, yakni 8 juta metrik ton. (Ant)