Rabu, 23/09/2026 18:27 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya siap berpartisipasi dalam operasi "defensif" di Selat Hormuz. Meski demikian, ia menegaskan Prancis akan menghindari konfrontasi dengan Iran.
"Kami siap menjadi bagian dari operasi internasional dengan kerangka kerja yang jelas dan murni defensif. Saya tidak ingin terlibat konfrontasi dengan negara mana pun, tetapi kami siap untuk lebih terlibat guna melindungi kapasitas tertentu agar transit ini memungkinkan," kata Macron dalam sebuah wawancara dengan ABC News di New York pada Selasa.
Macron menilai bahwa situasi di sekitar selat tersebut kemungkinan telah diremehkan sebelumnya, dan persoalan itu kini perlu segera diatasi.
Ia menambahkan, tujuan utama pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin adalah untuk membahas kesepakatan yang diperlukan guna membuka kembali selat tersebut sekaligus meredakan tekanan pada harga bahan bakar.
Menlu Iran Temui Utusan AS, Apa yang Dibahas?
Iran Siap Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Blokade
Iran Janji Buka Selat Hormuz jika AS Longgarkan Tekanan Militer
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Eskalasi konflik tersebut memicu penurunan tajam arus pelayaran yang melintasi Selat Hormuz. Padahal sebelum perang pecah, jalur strategis tersebut biasanya menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Sumber: Sputnik