NASA Temukan Kawah Raksasa Super Langka di Bulan

Kamis, 17/09/2026 15:07 WIB

Washington, Jurnas.com - Peneliti NASA menemukan kawah raksasa baru di permukaan Bulan yang terbentuk akibat hantaman benda luar angkasa. Penemuan ini dinilai para ilmuwan sebagai fenomena langka yang hanya terjadi sekali dalam kurun waktu satu abad atau lebih.

Kawah yang diberi nama `McGetchin` tersebut diperkirakan memiliki lebar mencapai 222 meter, sebagaimana dikutip dari AFP pada Kamis (17/9).

Berdasarkan unggahan di blog resmi NASA, kawah ini diyakini terbentuk pada musim semi 2024 akibat benturan komet atau asteroid yang diperkirakan berukuran setara bangunan bertingkat tiga hingga enam.

"Para ilmuwan mengestimasi bahwa dampak benturan sebesar ini hanya terjadi di Bulan sekitar sekali dalam satu abad atau bahkan lebih lama," tulis pihak NASA dalam pernyataan resminya.

Meskipun kawah tersebut telah berada di sana selama beberapa tahun, penemunya baru menyadari keberadaan kawah tersebut saat Robert Wagner, seorang peneliti dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA, memeriksa hasil pemindaian baru permukaan Bulan.

Kawah McGetchin tampak sebagai titik terang besar yang dikelilingi oleh halo gelap pada pemindaian wahana LRO, yang telah mengorbit dan mempelajari Bulan sejak 2009.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances mengonfirmasi bahwa kawah ini merupakan kawah baru terbesar yang pernah ditemukan di Tata Surya.

Berbeda dengan Bumi, Bulan hampir tidak memiliki lapisan atmosfer, sehingga benda luar angkasa tidak mengalami gesekan untuk memperlambat kecepatan atau membakarnya sebelum menghantam permukaan.

Studi mendalam terhadap pembentukan kawah secara real-time ini dinilai sangat krusial untuk memahami struktur geologi Bulan guna mendukung persiapan misi berawak di masa depan yang tengah direncanakan oleh Amerika Serikat dan China.

TERKINI
Memahami Makna 5 Rukun Islam Beserta Penjelasannya 7 Jenis Pakaian yang Dilarang Dipakai Saat Salat Hukum Salat Mengenakan Celana Pendek, Apakah Boleh? Inggris Sebut Israel Mulai Kehilangan Banyak Sekutu